Welcome my personal official blog. 100% Bilwalidayni. Thank you for visiting my blog and thank you for reading my blog
Sabtu, 14 Januari 2012
Kamis, 12 Januari 2012
Pengalaman Hari Ini
Hari ini gue sama anne pergi M'tos untuk refreshing sejenak dari aktivitas kami :D. Kenapa M'tos? Soalnya sang pujaan hatinya agnes ada di sana :D Gue sih cuma menemani eh malah ikutan belanja ckckck 2 jam lebih kayaknya kami habiskan di sana. Gue sih happy happy aja soalnya gak ada siapa-siapa juga di rumah kok, dari pada mati bosan mending jalan-jalan ke sana. Hari ini gak banyak yang gue beli kok. Cuma beberapa keperluan masa depan wkwkwk :p
Gue kalo jalan sama anne tuh enak, sekalian cerita panjang lebar. Ngasih liat yang sesuatu yang gak penting dan gak jelas. hehehe. maklum lah gue kan kadang-kadang eror juga ;)
Ini dia barang-barang yang gue beli tadi di M'tos yang menghabiskan uang gue sampai Rp 100.000 ckckckck bangkrut deh :p
Review "Remember When"
Remember When merupakan novel pertama yang gue baca hasil karya Winna Efendi. Remember When "Ketika Kau dan Aku Jatuh Cinta" benar-benar menguras emosi gue sebagai pembaca, gue memerlukan waktu 3 jam untuk membacanya *karena banyak halangan untuk membaca < 3 jam* Gue jatuh cinta sama perannya Adrian di sini, dia bisa berterus terang tentang perasaannya terhadap Freya walaupun dia masih menjadi milik Gia dan berpotensi merusak persahabatan dia dan Moses :( tapi bener-bener deh gue salut sama Kak Winna Efendi :* hebat euyyyy... Walaupun akhirnya takdir jua lah yang menyatukan mereka semua. Ada emosi yang sarat di sampaikan oleh Kak Winna dalam novelnya. Gue selalu berpendapat kisah-kisah roman picisan atau romantis apapun yang ada di dunia nyata itu pasti endingnya mudah untuk di tebak :) Gue suka abis sama novelnya Kak Winna. Persahabatan itu walaupun di terpa gempa yang dahsyat sekali pun pasti akan kembali lagi, walaupun sempat rusak akibat adanya gempa yang sangat dahsyat yang namanya cinta, persahabatan akan tetap akan kembali. Karena SAHABAT lebih besar posisinya di bandingkan PACAR di hidup kita :*
I like read novel
Gue hobby baca novel itu semenjak kelas 1 smp semester 2 menjelang kenaikan kelas ke kelas 2 smp, novel pertama yang gue baca adalah novel karya Agnes Jessica yangg Tunangan Hmm..? punyanya teman smp sekaligus teman latihan karate gue namanya Tiara. Dari situlah gue mulai menyukai yang namanya NOVEL (buku fiksi). Kalo bisa di bilang gue lah yang paling hobby baca novel di banding sahabat-sahabat gue waktu smp :D *Ayumi Aulia dan Indah * Gue semakin suka setelah pinjem novel dari perpustakaan Spensix sampai-sampai gue minjem terus-terusan hahahaha. Gak sampai di situ kesukaan gue sama yang namanya novel. Novel pertama yang gue beli pada saat ultahnya Ayumi waktu kelas 3 smp tepatnya tanggal 18 september :D dari situlah gue semakin tergila-gila sama novel. Tiap kali gue ke gramedia atau toko buku yang lain pasti gue bawa pulang minimal 1 novel yang akan gue baca di rumah :D walaupun sebenarnya gue di larang baca novel sama bokap tapi tetap aja gue seneng. Gue bukan orang yang baru suka sehari dua hari baca novel tapi sudah lama :) Jadi kalo ada yang ngatain gue lama baca novel bukan karena di sengaja tapi gue MENGHAYATI adegan per adegan dalam ceritanya. Gue bukan orang yang kaget sama yang namanya NOVEL. Gue sering baca novel hasil pinjam meminjam dari teman-teman les gue waktu smp. Dan kegilaan gue sama novel itu berlanjut sampai sekarang sampai gue nginjakan kaki gue di kelas 12, kira-kira sudah lebih 5 tahun gue suka dan koleksi novel.
Awal masuk SMA, gue pikir teman-teman sekolah gue semua gak ada yangg suka baca novel. Tetapi, setelah lumayan akrab dengan Agnes akhirnya gue tau kalo masih ada di sekolah gue yang sekarang suka baca novel. Di tambah lagi ada Pippy yang suka baca novel makin komplitlah. Awalnya sewaktu kelas 1 sma hanya 3 orang yang suka baca novel, Gue, Pippy dan Anne. Tapi lama kelamaan makin banyak yang suka. Mungkin kami yang bawa virus baca novel kali yah :p
Gue udah banyak baca novel dan dari situ gue mengenali karakter seseorang, gimana kalo dia lagi bohong, jahat, sedih, baik, munafik, TMT, dan lain sebagainya. Gue sudah bisa menilai orang cuma dari bahasa tubuhnya. Malah sekarang kok gue benci yah sama seseorang yang tiba-tiba jadi freak sama yang namanya baca novel. Entar gue beli novel gue gak akan pinjamkan loh kalo pelit banget :p epen kah dirimu :p tidak !!!!
Gue tuh selalu bilang, gue BUKANNYA GAK SUKA tapi gak usah sampai FREAK banget deh. Biasa aja kali :p Sakit hati gue ketika gue pengen pinjem tapi loe yang ngerampas semua. Makasih deh. Makasih BANYAAAAKKK !!!!!
Awal masuk SMA, gue pikir teman-teman sekolah gue semua gak ada yangg suka baca novel. Tetapi, setelah lumayan akrab dengan Agnes akhirnya gue tau kalo masih ada di sekolah gue yang sekarang suka baca novel. Di tambah lagi ada Pippy yang suka baca novel makin komplitlah. Awalnya sewaktu kelas 1 sma hanya 3 orang yang suka baca novel, Gue, Pippy dan Anne. Tapi lama kelamaan makin banyak yang suka. Mungkin kami yang bawa virus baca novel kali yah :p
Gue udah banyak baca novel dan dari situ gue mengenali karakter seseorang, gimana kalo dia lagi bohong, jahat, sedih, baik, munafik, TMT, dan lain sebagainya. Gue sudah bisa menilai orang cuma dari bahasa tubuhnya. Malah sekarang kok gue benci yah sama seseorang yang tiba-tiba jadi freak sama yang namanya baca novel. Entar gue beli novel gue gak akan pinjamkan loh kalo pelit banget :p epen kah dirimu :p tidak !!!!
Gue tuh selalu bilang, gue BUKANNYA GAK SUKA tapi gak usah sampai FREAK banget deh. Biasa aja kali :p Sakit hati gue ketika gue pengen pinjem tapi loe yang ngerampas semua. Makasih deh. Makasih BANYAAAAKKK !!!!!
Pengalaman Yang Tak Terlupakan (First Time)
Sebenarnya cerita yang ini sudah pernah di publish oleh teman gue yang sama-sama mengalami kejadian lucu, kejadian yang tak terlupakan lah pokoknya untuk kami berdua (Gue and Dedew). Tapi, di sini gue mencoba mempublishnya sendiri dengan gaya tulisan gue sendiri aja deh :D
Kejadian ini dimulai pada tanggal 16 Desember 2011, sehari sebelum penutupan pendaftaran lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat SMA yang di selenggarakan oleh MYRC FKUH. Kejadiannya bermula saat, kami akan mengikuti lomba KTI, tetapi sebelum mengikuti lomba tersebut masing-masing tim harus melakukan registrasi terlebih dahulu sebelum tanggal 17 Desember 2011. Awalnya, kami bertiga (Anne, Gue and Dedew) pikir kami hanya ngumpulin uang pendaftaran dan yang transfer ke Bank itu bokap-nya mba' Dedew, karena nyokap gue udah gak bisa ke bank hanya sekedar transfer uang buat registrasi saking sibuknya sama urusan kantor. Tapi malang tak dapat di cegah, untung tak dapat di raih, bokap-nya mba' Dedew gak bisa transfer uang itu ke bank gara-gara sibuk. Terjadilah perdebatan singkat antara kami bertiga. Akhirnya di putuskan, gue dan mba' Dedew yang berangkat ke salah satu bank swasta di pusat kota Makassar hanya berdua.
Akhirnya, kami berpisah di parkiran sekolah. Ternyata, gerbang sekolah kami yang di jaga ketat sama bang ian belum dibuka, menggakibatkan gue dan teman-teman sekelas gue yang bawa motor tertahan di parkiran. Di parkiran itu, audy meminjam kertas yang berisi no. rekening bank yang akan kami kirimi uang untuk registrasi keikutsertaan kami dalam lomba. Akhirnya, bel pun berbunyi tepat pukul 11.00. Karena gue yang tiap harinya gak pernah bawa helm cadangan, makanya gue dan mba' pergi ke rumahnya audy untuk pinjam helm nya. Di tengah jalan, gue ngelihat ada penjual pisang epe' yang buat gue ngiler :) akhirnya gue berhenti beli. Setelah beli, gue dan mba' ngelanjutin perjalanan menuju rumahnya Audy.
Ternyata, helmnya audy yang biasa di pakai sama mba' ada di rumahnya hilda. Yang ada hanya helm pembalap yang benar-benar membuat kepala mba' yang kecil tenggelam di dalamnya. Setelah makan pisang epe' dan meminjam helm akhirnya kami pun berangkat menuju bank siang itu juga pukul 11.30 sebelum shalat jum'at :D Awalnya mba' gak mau pakai itu helm, karena berat banget persis helmnya para pembalap Internasional :p Selama perjalanan mba dedew menutup mukanya agar gak ada yang sampai mengenalinya.
Awalnya, gue sempat lupa di mana lokasi bank yang kami maksud, akhirnya kami menemukannya walaupun harus putar untuk mencapai tempat parkirnya :D Kami pun masuk ke dalam bank dengan perasaan gugup. Mungkin karena ini adalah pengalaman pertama kami pergi ke bank sendiri masih menggunakan baju pramuka lagi, dalam keadaan basah karena sempat kehujanaan gara-gara hujan tiba-tiba turun saat kami hampir sampai.
Di depan pintu masuk, kami ketemu dengan pak Satpam. Pak Satpam bertanya kepada kamiada keperluan apa. Dan gue langsung ngejawab, kami ingin transfer uang untuk ikut serta lomba. Kemudian, pak satpam itu bertanya kembali, apakah kami mempunyai atm? dan lagi-lagi kami menjawab tidak ada pak. Pak satpam itu pun menggambilkan kami nomor antrian. Nomor kami adalah A196
Setelah mendapatkan nomor itu, pak satpam itu pun menyuruh kami untuk duduk dan mendengar nomor antrian kami. Waktu kami duduk, nomor antriannya baru di angka A166, kami menunggu sambil mengedarkan pandangan ke sana kemari. Tiba-tiba, pak satpam yang menolong kami itu bertanya apakah kami mempunyai nomor rekeningnya yang tentu saja kami jawab ada, tetapi ketika pak satpam itu mau liat nomor rekening tersebut, gue bertanya sama mba' karna nomor rekening itu ada sama dia. Ketika mba' mencari kertas yang berisi nomor rekening itu di dalam tasnya, ternyata kertas itu hilang. Tidak ada di dalam tas maupun di kantong baju pramuka mba'. Kami panik !!!
Kata pak satpam yang tadi, kami gak bisa kirim uang kalo gak punya nomor rekeningnya. Pak satpam itu pun berlalu dari kami. Gue serta mba' berpikir dimana kertas itu mungkin ada. Kesimpulan yang mendekati adalah di rumahnya audy. Tak lama kemudian kami mulai me-sms audy tapi tidak di balas dan terpaksa harus di telp hpnya, ketika diangkat saat hendak menyebut atas nama siapa telpnya terputus di akibatkan pulsa hp gue habis. mba' pun mulai menelpon audy, dan menyuruhnya untuk me-sms kami no.rekening dan atas nama siapa. Tidak lama kemudian, ada sms masuk dari audy, isinya seperti yang kami minta. :)
Tidak lama kemudian, pak satpam yang tadi kembali bertanya apakah sudah ada no.rekeningnya? dan kami bilang sudah ada. Dan pak satpam itu pun menyuruh kami maju agar lebih mudah jika ingin segera bertransaksi dengan tellernya :) Kami pun maju, memperhatikan semua orang yang rata-rata membawa uang hanya 2 warna saja, biru dan merah. Nyali kami pun seketika ciut, kami takut membuat malu karena semua orang yang datang rata-rata menggunakan amplop. Aku pun menghibur mba' dengan mengatakan kita tuh masih kayak di banding mereka, kalo mereka membawa uang rata-rata 2 lembar doang, tapi kita membawa 4 lembar uang yang berbeda warna. Menanti nomor kami seperti rasa-nya akan naik pidato atau apalah semacamnya :)
Akhirnya, nomor kami pun di panggil, kami pun segera berdiri dan menuju ke Loket nomor 3 :D tidak sampai 1 menit kayaknya kami di sana, setelah itu, uangnya telah terkirim. Kami pun merasa senang dan bahagia. Kami pun segera keluar sambil tertawa karena ini merupakan pengalaman pertama kami yang tak terlupakan :D
Kejadian ini dimulai pada tanggal 16 Desember 2011, sehari sebelum penutupan pendaftaran lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat SMA yang di selenggarakan oleh MYRC FKUH. Kejadiannya bermula saat, kami akan mengikuti lomba KTI, tetapi sebelum mengikuti lomba tersebut masing-masing tim harus melakukan registrasi terlebih dahulu sebelum tanggal 17 Desember 2011. Awalnya, kami bertiga (Anne, Gue and Dedew) pikir kami hanya ngumpulin uang pendaftaran dan yang transfer ke Bank itu bokap-nya mba' Dedew, karena nyokap gue udah gak bisa ke bank hanya sekedar transfer uang buat registrasi saking sibuknya sama urusan kantor. Tapi malang tak dapat di cegah, untung tak dapat di raih, bokap-nya mba' Dedew gak bisa transfer uang itu ke bank gara-gara sibuk. Terjadilah perdebatan singkat antara kami bertiga. Akhirnya di putuskan, gue dan mba' Dedew yang berangkat ke salah satu bank swasta di pusat kota Makassar hanya berdua.
Akhirnya, kami berpisah di parkiran sekolah. Ternyata, gerbang sekolah kami yang di jaga ketat sama bang ian belum dibuka, menggakibatkan gue dan teman-teman sekelas gue yang bawa motor tertahan di parkiran. Di parkiran itu, audy meminjam kertas yang berisi no. rekening bank yang akan kami kirimi uang untuk registrasi keikutsertaan kami dalam lomba. Akhirnya, bel pun berbunyi tepat pukul 11.00. Karena gue yang tiap harinya gak pernah bawa helm cadangan, makanya gue dan mba' pergi ke rumahnya audy untuk pinjam helm nya. Di tengah jalan, gue ngelihat ada penjual pisang epe' yang buat gue ngiler :) akhirnya gue berhenti beli. Setelah beli, gue dan mba' ngelanjutin perjalanan menuju rumahnya Audy.
Ternyata, helmnya audy yang biasa di pakai sama mba' ada di rumahnya hilda. Yang ada hanya helm pembalap yang benar-benar membuat kepala mba' yang kecil tenggelam di dalamnya. Setelah makan pisang epe' dan meminjam helm akhirnya kami pun berangkat menuju bank siang itu juga pukul 11.30 sebelum shalat jum'at :D Awalnya mba' gak mau pakai itu helm, karena berat banget persis helmnya para pembalap Internasional :p Selama perjalanan mba dedew menutup mukanya agar gak ada yang sampai mengenalinya.
Awalnya, gue sempat lupa di mana lokasi bank yang kami maksud, akhirnya kami menemukannya walaupun harus putar untuk mencapai tempat parkirnya :D Kami pun masuk ke dalam bank dengan perasaan gugup. Mungkin karena ini adalah pengalaman pertama kami pergi ke bank sendiri masih menggunakan baju pramuka lagi, dalam keadaan basah karena sempat kehujanaan gara-gara hujan tiba-tiba turun saat kami hampir sampai.
Di depan pintu masuk, kami ketemu dengan pak Satpam. Pak Satpam bertanya kepada kamiada keperluan apa. Dan gue langsung ngejawab, kami ingin transfer uang untuk ikut serta lomba. Kemudian, pak satpam itu bertanya kembali, apakah kami mempunyai atm? dan lagi-lagi kami menjawab tidak ada pak. Pak satpam itu pun menggambilkan kami nomor antrian. Nomor kami adalah A196
Setelah mendapatkan nomor itu, pak satpam itu pun menyuruh kami untuk duduk dan mendengar nomor antrian kami. Waktu kami duduk, nomor antriannya baru di angka A166, kami menunggu sambil mengedarkan pandangan ke sana kemari. Tiba-tiba, pak satpam yang menolong kami itu bertanya apakah kami mempunyai nomor rekeningnya yang tentu saja kami jawab ada, tetapi ketika pak satpam itu mau liat nomor rekening tersebut, gue bertanya sama mba' karna nomor rekening itu ada sama dia. Ketika mba' mencari kertas yang berisi nomor rekening itu di dalam tasnya, ternyata kertas itu hilang. Tidak ada di dalam tas maupun di kantong baju pramuka mba'. Kami panik !!!
Kata pak satpam yang tadi, kami gak bisa kirim uang kalo gak punya nomor rekeningnya. Pak satpam itu pun berlalu dari kami. Gue serta mba' berpikir dimana kertas itu mungkin ada. Kesimpulan yang mendekati adalah di rumahnya audy. Tak lama kemudian kami mulai me-sms audy tapi tidak di balas dan terpaksa harus di telp hpnya, ketika diangkat saat hendak menyebut atas nama siapa telpnya terputus di akibatkan pulsa hp gue habis. mba' pun mulai menelpon audy, dan menyuruhnya untuk me-sms kami no.rekening dan atas nama siapa. Tidak lama kemudian, ada sms masuk dari audy, isinya seperti yang kami minta. :)
Tidak lama kemudian, pak satpam yang tadi kembali bertanya apakah sudah ada no.rekeningnya? dan kami bilang sudah ada. Dan pak satpam itu pun menyuruh kami maju agar lebih mudah jika ingin segera bertransaksi dengan tellernya :) Kami pun maju, memperhatikan semua orang yang rata-rata membawa uang hanya 2 warna saja, biru dan merah. Nyali kami pun seketika ciut, kami takut membuat malu karena semua orang yang datang rata-rata menggunakan amplop. Aku pun menghibur mba' dengan mengatakan kita tuh masih kayak di banding mereka, kalo mereka membawa uang rata-rata 2 lembar doang, tapi kita membawa 4 lembar uang yang berbeda warna. Menanti nomor kami seperti rasa-nya akan naik pidato atau apalah semacamnya :)
Akhirnya, nomor kami pun di panggil, kami pun segera berdiri dan menuju ke Loket nomor 3 :D tidak sampai 1 menit kayaknya kami di sana, setelah itu, uangnya telah terkirim. Kami pun merasa senang dan bahagia. Kami pun segera keluar sambil tertawa karena ini merupakan pengalaman pertama kami yang tak terlupakan :D
Mr. A
Sebenarnya hampir gak jadi pergi tadi ke salah satu mall di kota Makassar, karena keterlambatan gue bangun tadi bagi sampai-sampai lupa bawa jaket maupun cardigan. Tapi, kasihan juga liat mukanya Anne gak bisa ketemu sang pujaan hati hahaha *lebaymodeon* Tapi beneran loh, dia seneng bukan main ketemu. Bahkan, untuk ngambil tas gue di tempat penitipan tas di Graha Media, dia yang ngambil, and nomor tempat penyimpanan tas gue tadi tuh 38 *luckynumber* kali yah buat Anne wkwkwk. Jujur aja yah, pujaan hatinya Anne itu emang familiar di kepala gue, mirip muka teman smp gue. Tapi dari segi nama aja beda :p Gue aja baru ketemu dah bilang cakep sama Anne *tapi gak naksir kok anne* :p
Dia tuh baik sama Anne. Anne sampai melting banget tau gak hahaha. Tapi, emang dia ramah kok. Orang dia yang ngajak kita duluan bicara. Walaupun Anne kecewa karena bukan dia yang cariin bukunya Bambang Pamungkas. Sampai-sampai, dia ngomong gini waktu pulang, "Beruntung banget tuh Graha Media, bisa punya Karyawan kayak dia" hahaha *awas loh anne, ingat rambut entar bercabang lagi*
Besok gue sama anne bakalan balik ke sana untuk beli buku, sekalian minta lagunya sang pujaannya anne. Moga aja tuh anak ingat sama lagunya sang kakak kelas :D sampai-sampai kita tuh bolak-balik di depan toko buku hanya sekedar dengar dia nyanyi live lagi *dan lagi-lagi anne berharap Mr. A nyanyi secara live*
Dia tuh baik sama Anne. Anne sampai melting banget tau gak hahaha. Tapi, emang dia ramah kok. Orang dia yang ngajak kita duluan bicara. Walaupun Anne kecewa karena bukan dia yang cariin bukunya Bambang Pamungkas. Sampai-sampai, dia ngomong gini waktu pulang, "Beruntung banget tuh Graha Media, bisa punya Karyawan kayak dia" hahaha *awas loh anne, ingat rambut entar bercabang lagi*
Besok gue sama anne bakalan balik ke sana untuk beli buku, sekalian minta lagunya sang pujaannya anne. Moga aja tuh anak ingat sama lagunya sang kakak kelas :D sampai-sampai kita tuh bolak-balik di depan toko buku hanya sekedar dengar dia nyanyi live lagi *dan lagi-lagi anne berharap Mr. A nyanyi secara live*
My Blog is My Life. I publish for sharing
Sebentar lagi kayaknya akan ada, fenomena baru deh. Kaget blog lagi orang. Hahahaa. Dulu orang belum ada yang punya twitter *atau masih sedikit* yang menggunakannya. Dan sekarang malah sudah bejibun orang di twitter. Sebentar lagi kayaknya bakalan ada blogger baru yang akan menghiasi dinding fb anda yang minta di kunjungi dan muncul di TL anda juga. Sebenarnya, gue udah lama buat blog. Tapi, karena jarang online di laptop makanya postingannya masih dikit. Gue bukan orang yang suka sama yang namanya fenomena baru. Kalo gue suka jejaring sosial berarti itu gak anti techno juga. Tapi, gak sampai freak juga sih. Kebanyakan dari mereka cenderung gak mau di bilang kuper atau cupu cuma gara-gara gak punya FB, Twitter, Heello, My Space, Plurk, Gadget terbaru, sampai Blog. Bukannya gak suka sama orang yang ingin atau pengen buat blog. Tapi.... Kayaknya gak sampai ngatain orang yang punya blog itu C* segala !!!!
Baru juga punya. Gimana entar kalo udah terkenal banget yah? Gak habis mikir deh gue. Gak semua orangkan pengen ngisi blog mereka sesuka hati mereka. Gak mesti harus tulisan sendiri kan. Kalo gue pribadi sih sesuai sama judul blog gue sendiri, My Blog is My Life. I publish for sharing. Jadi, blog ini itu gue buat untuk share aja sama kalian semua para pengguna techno. Gak masalah dong !!!!!
Selama gue gak ngerugiin orang lain, WHY NOT??? Gak usah sampai freak segala deh. Malas banget deh :p gak mestikan cerita kita di publish di dunia maya, kan gak harus smua. Kita bisa nge-publish cerita maupun dari artikel orang lain untuk membantu para penggunaan jejaring sosial yang membutuhkan referensi-referensi ilmu yang berguna bagi masyarakat luas.
Gue sadar, gue emang gak jago-jago amat nulis ataupun ngarang. Setidaknya, gue sudah berusaha untuk melakukan sesuai dengan tema blog gue ini. Jadi, kalo emang merasa gue kayak gitu. Emangnya kenapa? Masalah banget yah?
Gue nge-post ini cuma merasa perlu melakukan pembelaan diri gue sendiri. Gue gak pernah ikut campur dalam blog-blog siapapun. Gue tau kritik dan saran itu perlu untuk membangun seseorang, gue juga patutnya berterima kasih sama semua orang yang udah ngunjungi blogku dan ngasih saran yang kadang gue gak ngerti. Kadang ngasih sarang jangan kayak gini tampilan blog loe norak tau gak? Tapi buktinya, ketika gue ngunjungi blognya malah gaya blog gue yang dulu sama gaya blognya yang sekarang.
Aneh bin ajaib banget deh :p
Baru juga punya. Gimana entar kalo udah terkenal banget yah? Gak habis mikir deh gue. Gak semua orangkan pengen ngisi blog mereka sesuka hati mereka. Gak mesti harus tulisan sendiri kan. Kalo gue pribadi sih sesuai sama judul blog gue sendiri, My Blog is My Life. I publish for sharing. Jadi, blog ini itu gue buat untuk share aja sama kalian semua para pengguna techno. Gak masalah dong !!!!!
Selama gue gak ngerugiin orang lain, WHY NOT??? Gak usah sampai freak segala deh. Malas banget deh :p gak mestikan cerita kita di publish di dunia maya, kan gak harus smua. Kita bisa nge-publish cerita maupun dari artikel orang lain untuk membantu para penggunaan jejaring sosial yang membutuhkan referensi-referensi ilmu yang berguna bagi masyarakat luas.
Gue sadar, gue emang gak jago-jago amat nulis ataupun ngarang. Setidaknya, gue sudah berusaha untuk melakukan sesuai dengan tema blog gue ini. Jadi, kalo emang merasa gue kayak gitu. Emangnya kenapa? Masalah banget yah?
Gue nge-post ini cuma merasa perlu melakukan pembelaan diri gue sendiri. Gue gak pernah ikut campur dalam blog-blog siapapun. Gue tau kritik dan saran itu perlu untuk membangun seseorang, gue juga patutnya berterima kasih sama semua orang yang udah ngunjungi blogku dan ngasih saran yang kadang gue gak ngerti. Kadang ngasih sarang jangan kayak gini tampilan blog loe norak tau gak? Tapi buktinya, ketika gue ngunjungi blognya malah gaya blog gue yang dulu sama gaya blognya yang sekarang.
Aneh bin ajaib banget deh :p
Langganan:
Postingan (Atom)



