Welcome my personal official blog. 100% Bilwalidayni. Thank you for visiting my blog and thank you for reading my blog
Jumat, 20 Juni 2014
Happy 30th
Hello. Saya kembali lagi menulis di blog pribadi saya. Saya hanya berniat memposting kebahagiaan saya pada tanggal 30 Mei 2014. The First time saya membuat status Happy Birthday For him hahahaha. Tau gak sih rasanya senang banget. Tapi dia nya gak tau dimana sekarang. Tapi yang sekarang cuma mau bilang Happy Birthday buat dia ({})
Senin, 24 Juni 2013
Bedanya Suka, Cinta dan Sayang
Helloooooo. Saya kembali lagi memposting di blog saya ini. Kali ini saya akan membahas tentang bedanya suka, cinta dan sayang. Beberapa minggu yang lalu, saat saya mengikuti kelas Alumni saya mendapat satu pelajaran yang akan sangat berguna bagi kehidupan cinta saya nantinya.
Teman saya ada yang bertanya kepada kakak tentor, bagaimana kita bisa membedakan rasa suka, cinta dan sayang terhadap lawan jenis? Dan mengalirlah pembicaraan kami tentang materi ini. Menurut kakak tentor, kita bisa membedakan antara rasa suka, cinta dan sayang.
-> Suka itu seperti halnya ketika kita melihat sesuatu yang menarik perhatian kita saat kita sedang jalan-jalan di Mall atau dimanapun. Jadi, suka itu hanya melihat dari tampilan luarnya saja.
-> Sayang itu pasti cinta.
-> Cinta itu 1/3 sayang dan 2/3 suka.
Tentor kami pun memberi beberapa tips untuk menguji pasangan kita apakah dia suka/cinta/sayang sama kita. Cara yang paling sederhananya, ketika kita akan pergi dengan pasangan kita, gunakanlah pakaian yang jauh dari kata keren/modis/apalah namanya itu. Jika, pasangan kita tetap berjalan di dekat kita dari sampai di tempat yang ramai sampai pulang, berarti dia sayang sama kita. Tapi, kalo pasangan kita kadang dekat sama kita tapi kadang juga memberi jarak sedikit sama kita berarti pasangan kita hanya cinta/suka sama kita.
Ada juga cara lain yang bisa kita coba untuk menguji apakah kita suka/cinta/sayang sama pasangan kita -sebenarnya agak sadis juga cara yang satu ini- Menurut Kakak Tentor, kita bisa menelpon pasangan kita dan tanyakan padanya posisi dia dimana saat kita menelpon dan suruh datang ke tempat kita saat itu juga, terserah mau pakai alasan apapun yang jelas, suruh pasangan kita datang saat itu juga dan detik itu juga. Setelah pasangan kita sudah sampai di depan kita, suruh pasangan kita untuk pulang saja. Saat dia pergi bagaimana perasaan kita? Kalo sedih atau ada perasaan yang lain berarti anda sayang sama pasangan anda. Sedangkan, anda merasa biasa-biasa saja saat kita menyuruhnya pulang berarti kita hanya suka/cinta terhadap pasangan kita.
Bagaimana readers? Sudah bisa membedakan perasaan antara rasa suka, sayang dan cinta?
Teman saya ada yang bertanya kepada kakak tentor, bagaimana kita bisa membedakan rasa suka, cinta dan sayang terhadap lawan jenis? Dan mengalirlah pembicaraan kami tentang materi ini. Menurut kakak tentor, kita bisa membedakan antara rasa suka, cinta dan sayang.
-> Suka itu seperti halnya ketika kita melihat sesuatu yang menarik perhatian kita saat kita sedang jalan-jalan di Mall atau dimanapun. Jadi, suka itu hanya melihat dari tampilan luarnya saja.
-> Sayang itu pasti cinta.
-> Cinta itu 1/3 sayang dan 2/3 suka.
Tentor kami pun memberi beberapa tips untuk menguji pasangan kita apakah dia suka/cinta/sayang sama kita. Cara yang paling sederhananya, ketika kita akan pergi dengan pasangan kita, gunakanlah pakaian yang jauh dari kata keren/modis/apalah namanya itu. Jika, pasangan kita tetap berjalan di dekat kita dari sampai di tempat yang ramai sampai pulang, berarti dia sayang sama kita. Tapi, kalo pasangan kita kadang dekat sama kita tapi kadang juga memberi jarak sedikit sama kita berarti pasangan kita hanya cinta/suka sama kita.
Ada juga cara lain yang bisa kita coba untuk menguji apakah kita suka/cinta/sayang sama pasangan kita -sebenarnya agak sadis juga cara yang satu ini- Menurut Kakak Tentor, kita bisa menelpon pasangan kita dan tanyakan padanya posisi dia dimana saat kita menelpon dan suruh datang ke tempat kita saat itu juga, terserah mau pakai alasan apapun yang jelas, suruh pasangan kita datang saat itu juga dan detik itu juga. Setelah pasangan kita sudah sampai di depan kita, suruh pasangan kita untuk pulang saja. Saat dia pergi bagaimana perasaan kita? Kalo sedih atau ada perasaan yang lain berarti anda sayang sama pasangan anda. Sedangkan, anda merasa biasa-biasa saja saat kita menyuruhnya pulang berarti kita hanya suka/cinta terhadap pasangan kita.
Bagaimana readers? Sudah bisa membedakan perasaan antara rasa suka, sayang dan cinta?
Jumat, 24 Mei 2013
Pertanda apa ini?
Huahhhh beberapa hari lalu, saya ketemu suatu pertanda yang benar-benar bikin saya shock. Selama ini saya selalu mencari tapi kayaknya bukan deh bukan mencari tapi memperhatikan lebih tepatnya. Saya liat plat mobil itu. Ckckckck malu sayaaaaaa :(
Hari ini pertanda lebih kuat. Saya satu lokasi sama dia. Bayangkan pemirsa. Itu suatu yang paling kecil kemungkinan untuk bisa selokasi sama dia. Parahhhhhhhhhhhhhh. Gila sekali pertanda ini. Saya benar-benar tidak tau apa-apa soal ini.
Hari ini pertanda lebih kuat. Saya satu lokasi sama dia. Bayangkan pemirsa. Itu suatu yang paling kecil kemungkinan untuk bisa selokasi sama dia. Parahhhhhhhhhhhhhh. Gila sekali pertanda ini. Saya benar-benar tidak tau apa-apa soal ini.
Kamis, 02 Mei 2013
Ketika "ITU" Membuyarkan Semuanya
Hello hello hello... Saya datang lagi dengan postingan terbaru saya di bulan Mei 2013 ini dengan postingan pribadi alis curhatan pribadi saya sendiri. Saya tidak akan berkicau lama-lama untuk membuat suatu pembukaan yang akan membuat orang yang berkunjung ke blog saya akan bosan membaca postingan saya ini. Mari, dimulai saja.
Hmmm, gimana sih rasanya ketika kita sedang konsentrasi-konsentrasinya mengerjakan sesuatu tapi ada hal lain yang membuat kita mendadak kehilangan konsentrasi. Pernah tidak kalian mengalaminya? Menurut pendapat saya pribadi, rasanya akan membuat saya pribadi tidak nyaman dan membuyarkan apa yang akan saya kerjakan selanjutnya atau bahkan mungkin yang sedang saya kerjakan saat itu juga.
Kemarin, hal itu terjadi lagi dalam hidup saya, "ITU" atau sebutlah tersangka utamanya benar-benar deh sudah mampu mengacaukan pikiran saya seharian penuh. Bingung mau melakukan apa. Semua pelajaran tidak ada yang mampu masuk ke dalam otak saya kemarin dannnnnnn seharian kemarin saya mendapatkan dua kali kata modus. Coba bayangkan, dapat dua kali kata modus dari dua orang yang berbeda.
Jujur saja, entah kenapa kemarin saya gelisah, deg-degan dan beberapa hal lain yang saya sendiri tidak mampu jelaskan. Dan ternyata DIA-lah penyebab semua ini. Bahkan, kalo boleh milih kemarin saya tidak akan pernah merasakan hal itu.
Hot news adalah kemarin itu, kode alam pertama saya semenjak tanggal 29 April 2013. Ini tambah aneh saja. Saya tidak boleh berpikir atau berharap sesuatu yang adeh atau bahkan lebih. Tapi, saya hanya bisa pasrah dan berdoa agar saya dan dia mendapatkan yang terbaik menurut ALLAH SWT., Orang tua serta keluarga besar kami berdua.
Hmmm, gimana sih rasanya ketika kita sedang konsentrasi-konsentrasinya mengerjakan sesuatu tapi ada hal lain yang membuat kita mendadak kehilangan konsentrasi. Pernah tidak kalian mengalaminya? Menurut pendapat saya pribadi, rasanya akan membuat saya pribadi tidak nyaman dan membuyarkan apa yang akan saya kerjakan selanjutnya atau bahkan mungkin yang sedang saya kerjakan saat itu juga.
Kemarin, hal itu terjadi lagi dalam hidup saya, "ITU" atau sebutlah tersangka utamanya benar-benar deh sudah mampu mengacaukan pikiran saya seharian penuh. Bingung mau melakukan apa. Semua pelajaran tidak ada yang mampu masuk ke dalam otak saya kemarin dannnnnnn seharian kemarin saya mendapatkan dua kali kata modus. Coba bayangkan, dapat dua kali kata modus dari dua orang yang berbeda.
Jujur saja, entah kenapa kemarin saya gelisah, deg-degan dan beberapa hal lain yang saya sendiri tidak mampu jelaskan. Dan ternyata DIA-lah penyebab semua ini. Bahkan, kalo boleh milih kemarin saya tidak akan pernah merasakan hal itu.
Hot news adalah kemarin itu, kode alam pertama saya semenjak tanggal 29 April 2013. Ini tambah aneh saja. Saya tidak boleh berpikir atau berharap sesuatu yang adeh atau bahkan lebih. Tapi, saya hanya bisa pasrah dan berdoa agar saya dan dia mendapatkan yang terbaik menurut ALLAH SWT., Orang tua serta keluarga besar kami berdua.
Selasa, 23 April 2013
12 & 13
Ada apa sama angka 12 dan 13? Kok bisa dijadikan judul postingan kali
ini. Angka ini melambangkan sesuatu yang berarti selama beberapa bulan
belakangan ini dalam hidup saya. Angka-angka ini sebenarnya kalo orang
yang tau masalah yang terjadi dalam hidup saya baik masalah
cinta-cintaan *eh, nilai atau apapun pasti mengerti apa arti dari
angka-angka ini terutama Agnes, Dina dan Fhana.
Bukan apa-apa saya hanya bisa cerita sama mereka karena kalo sama orang lain saya belum bisa percaya sepenuhnya. Didalam angka-angka ini memiliki makna yang begitu berarti dalam hidup saya. Alasannya, tidak usahlah saya tuliskan disini.
Seseorang pun sangatlah berarti dengan angka-angka ini. Dia lah yang menjadi sesuatu yang hanya akan di ketahui oleh saya pribadi, ALLAH SWT. serta Agnes, Dina maupun Fhana.
Mungkin postingan kali ini tidak akan sepanjang, postingan saya yang daritadi tapi menurut saya postingan ini merupakan salah satu postingan yang paling lama saya pikirkan apa pantas untuk saya tulis dalam akun blog saya ini. Semoga dia yang belum tau apa-apa saat ini, di kemudian hari ataupun besok dia juga tidak akan tau apa-apa.
Bukan apa-apa saya hanya bisa cerita sama mereka karena kalo sama orang lain saya belum bisa percaya sepenuhnya. Didalam angka-angka ini memiliki makna yang begitu berarti dalam hidup saya. Alasannya, tidak usahlah saya tuliskan disini.
Seseorang pun sangatlah berarti dengan angka-angka ini. Dia lah yang menjadi sesuatu yang hanya akan di ketahui oleh saya pribadi, ALLAH SWT. serta Agnes, Dina maupun Fhana.
Mungkin postingan kali ini tidak akan sepanjang, postingan saya yang daritadi tapi menurut saya postingan ini merupakan salah satu postingan yang paling lama saya pikirkan apa pantas untuk saya tulis dalam akun blog saya ini. Semoga dia yang belum tau apa-apa saat ini, di kemudian hari ataupun besok dia juga tidak akan tau apa-apa.
Kode Alam? atau Panggilan Alam?
Kalo ingat kata-kata yang ada di judul tulisan saya ini selalu berhasil membuat saya senyum-senyum sendiri tidak jelas. Ingatan saya langsung terfokus sama orang yang memberi istilah kode alam dan orang yang telah membuat kode alam dengan saya hahahahaha. Orang yang memberi julukan siapa lagi kalo bukan Agnes hahahaha. Terus, kok ada panggilan alam segala kayak ingin buang air segala. Kalo itu dari Dina katanya, panggilan alam kalo saya Bil, kan Agnes kode alam.
Sebenarnya, istilah ini tidak akan pernah muncul di kehidupan saya kalo bukan karena insiden warna baju yang sama. Dari dulu sebenarnya udah sering sama tapi tidak terlalu sering. Tapi pada satu hari sekitar dua bulan yang lalu, saat itu saya sedang berdiri di koridor di depan ruangan dan Dina duduk di dalam ruangan, saat itu dia baru datang. Saya yang melihat dia datang langsung masuk ke dalam ruangan dan menyingkir dari depan pintu. Pas dia lewat, tiba-tiba saja Dina ketawa. Terus, saya tanya kenapa. Dina hanya bilang aktifkan telepatimu Bil. Saya masih bingung. Sampai saat saya duduk, saya bertanya kenapa tadi. Dina bilang, bajumu sama bajunya Dia sama warnanya sama-sama warna coklat. Saya hanya bisa ketawa.
Saya kira, kejadian itu hanya bakalan terjadi satu kali. Ternyata, tidak. Di hari berikutnya, saya dan dia pun warnanya kembaran lagi yaitu warna biru. Pas dia masuk, Dina langsung ketawa dan segera saja saya katakan kalo birunya beda tapi mau dikatakan apa memang kami berdua pakai warna biru walaupun tidak sama seperti warna coklat. Setelah itu, saya pun langsung cerita sama Agnes dan responnya adalah Kode Alam itu, Bil hahahaha. Saya bertanya, kenapa bisa kode alam? Agnes jawab, iyalah kode alam bisa-bisanya samaan bajumu dua kali, kalo sampai ketiga kali betul-betul kode alam bil hahahaha
Singkat cerita, beberapa minggu lalu, saya sama dia bajunya kembaran lagi ckckckck. Pertama dia pakai jaket putih, saya pakai cardigan putih. Hari berikutnya, dia pakai abu-abu saya juga pakai abu-abu. Hari berikutnya, dia pakai merah saya pakai merah. Itukan bisa dikatakan 3 kali berarti kode alam? Agnes pernah mengatakan, kalo betulan 3 kali kode alam mau ku buatkan hipotesis tentang warna baju bisa dijadikan patokan kode alam. Gila tidak ckckckckckck
Mau kode alam kek atau panggilan alam yang penting saya dan dia tidak pernah janjian mau pakai baju warna apa, kalopun sama mungkin hanya sebuah kebetulan saja.
Sebenarnya, istilah ini tidak akan pernah muncul di kehidupan saya kalo bukan karena insiden warna baju yang sama. Dari dulu sebenarnya udah sering sama tapi tidak terlalu sering. Tapi pada satu hari sekitar dua bulan yang lalu, saat itu saya sedang berdiri di koridor di depan ruangan dan Dina duduk di dalam ruangan, saat itu dia baru datang. Saya yang melihat dia datang langsung masuk ke dalam ruangan dan menyingkir dari depan pintu. Pas dia lewat, tiba-tiba saja Dina ketawa. Terus, saya tanya kenapa. Dina hanya bilang aktifkan telepatimu Bil. Saya masih bingung. Sampai saat saya duduk, saya bertanya kenapa tadi. Dina bilang, bajumu sama bajunya Dia sama warnanya sama-sama warna coklat. Saya hanya bisa ketawa.
Saya kira, kejadian itu hanya bakalan terjadi satu kali. Ternyata, tidak. Di hari berikutnya, saya dan dia pun warnanya kembaran lagi yaitu warna biru. Pas dia masuk, Dina langsung ketawa dan segera saja saya katakan kalo birunya beda tapi mau dikatakan apa memang kami berdua pakai warna biru walaupun tidak sama seperti warna coklat. Setelah itu, saya pun langsung cerita sama Agnes dan responnya adalah Kode Alam itu, Bil hahahaha. Saya bertanya, kenapa bisa kode alam? Agnes jawab, iyalah kode alam bisa-bisanya samaan bajumu dua kali, kalo sampai ketiga kali betul-betul kode alam bil hahahaha
Singkat cerita, beberapa minggu lalu, saya sama dia bajunya kembaran lagi ckckckck. Pertama dia pakai jaket putih, saya pakai cardigan putih. Hari berikutnya, dia pakai abu-abu saya juga pakai abu-abu. Hari berikutnya, dia pakai merah saya pakai merah. Itukan bisa dikatakan 3 kali berarti kode alam? Agnes pernah mengatakan, kalo betulan 3 kali kode alam mau ku buatkan hipotesis tentang warna baju bisa dijadikan patokan kode alam. Gila tidak ckckckckckck
Mau kode alam kek atau panggilan alam yang penting saya dan dia tidak pernah janjian mau pakai baju warna apa, kalopun sama mungkin hanya sebuah kebetulan saja.
Just a friend?????????
Awalnya bingung mau judulnya apa. Tapi, setelah saya pikir kenapa tidak judulnya Just a friend???? Ini adalah sebuah cerita nyata dari kehidupan saya. Bermula dari teman entah kenapa sekarang malah naik status untuk sebuah kecocokan yang dilakukan beberapa orang terutama orang-orang terdekat saya Agnes, Dina dan Fhana semuanya malah berharap saya sama dia. Sekali lagi saya hanya bisa mengatakan kalo saya dan dia hanya teman dan tidak lebih, ya mungkin untuk saat ini.
Tetapi, belakangan ini saya sering bertanya kepada diri saya sendiri apa benar hanya sekedar teman? Atau berharap lebih. Jangankan untuk berharap lebih. Saya saja selama hampir satu tahun ada dilingkungan pergaulan yang sama baru bicara tiga kali, coba bayangkan 3 kali dan itu bisa dijadikan patokan memulai sebuah hubungan yang bisa dikatakan pertemanan. Kalau kata saya sih, mustahil. Tapi, tidak bagi Agnes, Dina dan Fhana. Parahnya lagi, Agnes malah berharap kalo saya dan dia berjodoh ckckckck.
Dia itu orangnya pendiam sangat. Dia hanya bicara kepada sesama cowok saja. Pintar lagi. Kalo ingin dibandingkan dengan saya, saya itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dia. Saya hanya bisa mata pelajaran biologi, sedikit kimia, sedikit fisika dan teknologi informatika dan komputer hanya itu. Jadi, untuk dekat sih perbandingannya 1:1.000.000 hahahahaha parahkan.
Kata orang, kalo mukanya mirip bakalan jodoh. Nah, yang tau ini hanya Agnes dan Dina. Kalo saya tanya sama Dina bisa malu total saya. Saya pernah bertanya sama Agnes, Dia mirip sama saya tidak? Agnes hanya jawab, Bondeng-bondengmu yang sama ckckckckck
See, siapa sih yang tidak mau jodohnya itu pintar, kece -itu bahasanya Dina-, agamanya bagus, pekerjaannya bagus dan punya penghasilan yang cukup atau bisa dikatakan lebih dari cukup. Saya hanya bisa mengatakan kepada Agnes, Dina dan Fhana kalo memang saya jodoh sama dia, pasti dan tidak usah saya atau dia dekatkan bakalan berjodoh.
Tetapi, belakangan ini saya sering bertanya kepada diri saya sendiri apa benar hanya sekedar teman? Atau berharap lebih. Jangankan untuk berharap lebih. Saya saja selama hampir satu tahun ada dilingkungan pergaulan yang sama baru bicara tiga kali, coba bayangkan 3 kali dan itu bisa dijadikan patokan memulai sebuah hubungan yang bisa dikatakan pertemanan. Kalau kata saya sih, mustahil. Tapi, tidak bagi Agnes, Dina dan Fhana. Parahnya lagi, Agnes malah berharap kalo saya dan dia berjodoh ckckckck.
Dia itu orangnya pendiam sangat. Dia hanya bicara kepada sesama cowok saja. Pintar lagi. Kalo ingin dibandingkan dengan saya, saya itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dia. Saya hanya bisa mata pelajaran biologi, sedikit kimia, sedikit fisika dan teknologi informatika dan komputer hanya itu. Jadi, untuk dekat sih perbandingannya 1:1.000.000 hahahahaha parahkan.
Kata orang, kalo mukanya mirip bakalan jodoh. Nah, yang tau ini hanya Agnes dan Dina. Kalo saya tanya sama Dina bisa malu total saya. Saya pernah bertanya sama Agnes, Dia mirip sama saya tidak? Agnes hanya jawab, Bondeng-bondengmu yang sama ckckckckck
See, siapa sih yang tidak mau jodohnya itu pintar, kece -itu bahasanya Dina-, agamanya bagus, pekerjaannya bagus dan punya penghasilan yang cukup atau bisa dikatakan lebih dari cukup. Saya hanya bisa mengatakan kepada Agnes, Dina dan Fhana kalo memang saya jodoh sama dia, pasti dan tidak usah saya atau dia dekatkan bakalan berjodoh.
Langganan:
Postingan (Atom)